17th May 2013 Cat: Surat Bisnis, Surat Perjanjian with 4 Comments

Surat Perjanjian kerap kali diperlukan ketika menjalani bisnis, dengan membuat surat  perjanjian maka kesepakatan yang telah dibuat antara kedua belah pihak akan semakin kuat.  Jadi surat perjanjian dapat dikatakan sebagai suatu jaminan bahkan juga kepastian sehingga kedua belah pihak yang terkait dengan perjanjian yang dibuat tidak saling dirugikan.  Suatu Perjanjian merupakan suatu kesepakatan yang akan mengikat kedua belah pihak yang telah berjanji dan berani menjamin adanya kepastian.

Jika, kita cermati dalam kehidupan sehari-hari, perjanjian yang dibuat ada yang dibuat secara lisan saja dan juga ada yang memperkuat lisan tersebut dengan tulisan atau tertulis.   Namun, tentunya perjanjian yang hanya dilakukan secara lisan memiliki kekuatan yang sangat lemah sehingga hal ini kerap kali perjanjian tersebut menjadi sengketa karena hal tersebut sangat sulit untuk dibuktikan secara hukum.   Apabila perjanjian dibuat secara tertulis maka atau biasa orang menyebutnya dengan sebutan hitam di atas putih maka hal tersebut tentu akan menjadikan perjanjian yang telah disepakati menjadi berbanding terbalik dengan perjanjian lisan yakni memiliki kekuatan hukum yang sangat kuat.  Bagi yang menjalankan bisnis tentunya mereka selalu menggunakan perjanjian dengan cara tertulis itu semua demi keamanan bisnis yang dijalankannya.  Kali ini kita akan membahas tentang contoh surat perjanjian namun sebelum kita ulas sedikit beberapa hal penting yang berkaitan dengan hal tersebut.

CONTOH SURAT PERJANJIAN


Macam-Macam Surat Perjanjian

Surat perjanjian merupakan surat yang telah menjadi kesepakatan antara masing-masing pihak terkait yang memiliki sifat mengikat tentang hak dan juga kewajiban yang harus dilakukan atau yang harus ditinggalkan.   Dari pengertian tersebut dapat kita pahami bahwa surat perjanian dibuat secara bersama-sama antar masing-masing pihak dan untuk memperkuat perjanjian tersebut seringkali melibatkan pihak ketiga.  Dari uraian tersebut surat perjanjian dapat digolongkan menjadi 2 (dua) macam, yakni :

  1. Surat Perjanjian autentik, yakni surat perjanjian yang melibatkan pejabat pemerintah sebagai saksi dari perjanjian yang dibuat.
  2. Surat Perjanjian dibawah tangan, yakni kebalikan dari perjanjian autentik yaitu perjanjian yang tidak melibatkan pejabat pemerintah sebagai saksi.

Dari dua macam surat perjanjian di atas dilihat dari segi keabsahan semua mempunyai yang sah saja asal surat yang dibuat telah memenuhi syarat administrasi dalam pembuatan surat perjanjian.  Sebagai contoh surat perjanjian yang dibuat tanpa adanya kesaksian dari notaris akan dianggap tetap sah asal seperti yang disebutkan tadi tetap mengikuti kaidah yang benar dalam pembuatan surat perjanjian.   Kaidah dalam membuat surat perjanjian seharusnya mencantumkan kesepakatan mengenai batas-batas hak dan kewajiban antara kedua belah pihak, didalam surat tersebut juga menyatakan akan adanya jalan keluar yang bagaimana, dan apabila nantinya seseorang tidak melaksanakan kewajiban juga ditentukan jalan keluarnya seperti pemberian ganti rugi, saksi atau bahkan gugatan ke pengadilan.  Nah untuk lebih jelasnya tentang syarat-syarat sehingga surat perjanjian dianggap sah adalah seperti tertera di bawah ini.


Syarat Sah Surat Perjanjian

Surat perjanjian dianggap sah apabila telah memenuhi syarat-syarat berikut:

  1. ditulis diatas kertas biasa atau lebih bagus lagi diatas kertas segel dan dibubuhi materai.
  2. Dibuat tanpa ada paksaan dari pihak manapun
  3. Seluruh isi dari perjanjian harus telah disetujui oleh kedua belah pihak yang melakukan perjanjian.
  4. Pihak yang melakukan perjanian harus sudah dewasa dan dalam keadaan waras dan sadar.
  5. Isi perjanjian harus jelas dan tidak mempunyai peluang untuk ditafsirkan secara berbeda.
  6. Isi surat perjanjian tidak boleh bertentangan dengan undang-undang dan norma susila yang berlaku.

Nah itulah beberapa hal penting yang sebaiknya diperhatikan sebelum membuat surat perjanjian.  Berikut ini contoh surat perjanjian tentang utang piutang.

 Contoh Surat Perjanjian Utang Piutang

SURAT PERJANJIAN UTANG PIUTANG

Pada hari ini Jum’at Tanggal Tujuh Belas Bulan Mei Tahun Dua Ribu Tiga Belas, kami yang bertanda tangan di bawah ini setuju mengadakan Perjanjian Utang Piutang yaitu:

1. Nama :  Zahra Rafifah
Umur :  25 Tahun
Pekerjaan :  Pegawai Negeri Sipil
Alamat :  Jl. Kejaksaan Tinggi No. 1 Jakarta

Untuk selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.

2. Nama :  Aisya Aliya
Umur :  27 Tahun
Pekerjaan :  Wiraswasta
Alamat :  Jl. Komplek Kepolisan No. 99 Jakarta

Untuk selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.

Maka melalui surat perjanjian ini disetujui oleh Kedua Belah Pihak ketentuan-ketentuan sebagaimana tercantum di bawah ini:

  1. PIHAK PERTAMA telah menerima uang tunai sebesar Rp.500.000.000,- (Lima Ratus Juta Rupiah) dari PIHAK KEDUA yang dimana uang tunai tersebut adalah hutang atau pinjaman.
  2. PIHAK PERTAMA bersedia memberikan barang jaminan yakni …………., yang nilainya dianggap sama dengan uang pinjaman kepada PIHAK KEDUA.
  3. PIHAK PERTAMA berjanji akan melunasi uang pinjaman KEPADA PIHAK KEDUA dengan tenggang waktu selama 6 (Enam) bulan terhitung dari ditandatanganinya Surat Perjanjian ini.
  4. Apabila nantinya dikemudian hari ternyata PIHAK PERTAMA tidak dapat membayar hutang tersebut, maka PIHAK KEDUA memiliki hak penuh atas barang jaminan baik untuk dimiliki pribadi maupun untuk dijual kepada orang lain.
  5. Surat Perjanjian ini dibuat dalam 2 (Dua) Rangkap bermaterai cukup dan masing-masing rangkap mempunyai kekuatan hukum yang sama, masing-masing untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.
  6. Surat Perjanjian dibuat dan ditandatangani oleh Kedua Belah Pihak secara sadar dan tanpa tekanan dari Pihak manapun di Jakarta pada hari, tanggal dan bulan seperti tersebut di atas.

Demikianlah surat perjanjian utang-piutang ini dibuat bersama di depan saksi-saksi, dalam keadaan sehat jasmani dan rohani dan untuk dijadikan sebagai pegangan hukum bagi masing-masing pihak.

PIHAK PERTAMA,

AISYA ALIYA

PIHAK KEDUA,

ZAHRA RAFIFAH

Saksi-saksi :

NAMA TANDA TANGAN
  1. Ahmad Wafa Mubaraq
  2. Rahma Humaira
  3. Zulfa Khadizah
  4. Muhammad Aini
  1. ………………………..
  2. ………………………..
  3. ………………………..
  4. ………………………..

Semoga artikel kali ini tentang Contoh Surat Perjanjian dan beberapa unsur penting yang semestinya diketahui dalam pembuatan surat perjanjian dapat memeberi sedikit manfaat untuk anda yang mengunjungi halaman ini. By…by…

Comments for Contoh Surat Perjanjian dan Unsur-Unsur Pentingnya
  1. NURAINI 3rd July 2013 at 11:33 am

    terima kasih, mbak… rangkuman yang singkat,padat, lengkap, dan tepat…dengan bahasa yang pas buat anak dengan kemampuan pas-pas-an . izin copy ya, buat materi pelajaran klas xi sma smt 1.

  2. Rahimawati Imut 3rd July 2013 at 1:23 pm

    @NURAINI : Terimakasih bak atas pujiannya saya jadi terbang tinggi ! :angel
    Semoga menjadi khazanah keilmuan yang bermanfaat.

  3. tubir rosid 5th July 2013 at 2:37 am

    Terima kasih mbak….
    Infonya bermanfaat buat kami.

  4. Kiki 22nd March 2014 at 11:30 am

    materainya ditaruh sebelah mananya ya mbak? tlong bls ya,,trima kasih smblmnya..

Leave a Comment for Contoh Surat Perjanjian dan Unsur-Unsur Pentingnya


+ 8 = 14

[+] kaskus emoticons nartzco